Rabu, 20 Maret 2013

profil desa ngembal

Profil Desa 12.012

PROFIL DESA NGEMBAL REJO-BAE-KUDUS


 
Desa ngembal terletak 5km dari pusat kota,desa ini sering disebut dengan sebutan “ngembal boto” karena mayoritas penduduk disana berprofesi sebagai pembuat bata dari tanah liat. Desa ini cukup terpencil akan tetapi sudah mampu mengikuti adaptasi dengan desa-desa yang maju seperti yang lainnya.berikut informasi tentang profil dari desa ngembal :
  • Jumlah penduduk : 4500 jiwa
    ~laki-laki : 2000 jiwa
    ~perempuan : 2500 jiwa
  • Pekerjaaan :
    ~buruh : 50%
    ~petani : 20%
    ~PNS : 30%
  • Agama : Islam
  • Pendidikan :
    ~Tk : 3 yayasan
    ~SD/MI : 8 yayasan
    ~SMP/MTs : 2 yayasan
    ~SMA/MA :3 yayasan
    ~PTN : 1 yayasan
  • Sarana kesehatan :
    ~1 PUSKESMAS
    ~1 pos posyandu
  • Terbagi menjadi :
    ~RT : 25
    ~RW : VI
  • Permasalahan kesehtan didesa ;
    permasalahan yang ada di desa ini yang saat ini masih merajalela adalah “Demam Berdarah” sampai merenggut nyawa seseorang padahal suadah di adakannya kegiatan penyemprotan untuk mencegah demam berdarah tapi masih saja bisa memarak pada penduduk setempat.
  • Tenaga kesehatan :
    ~Bidan : 2 Orang
    ~Dokter : 1 Orang
    yang menjadi bidan desa saat ini adalah ;
    Nama : ~Ny. Rohmah Muchtar, Amd.Keb
    ~Ny. Manis, Amd.Keb
    Pada desa ini terdapat pula tempat yang menjadi dayang pada desa ngembal ini yakni terdapat makam “mbah kalamuddin dan mbah gimbal”. Awal mula cerita dari berdirinya sebuah makam tersebut adalah dulunya mbah kalamuddin dan mbah gimbal mereka adalah seorang murid dari sunan kudus, makam ini juga dikeramatkan oleh warga desa ngembal karena setiap ada acara warga desa meminta ijin dengan membawa makanan ke makam tersebut dengan tujuan agar acara tersebut dapat berjalan dengan lancar. Pada zaaman dahulu juga ada peristiwa seorang petani menanam padi pada ladang sawah tetapi tidak pernah turun hujan padahal air sangat berfungsi untuk pertumbuhan padi tersebut tapi pada disamping kjadian ada seseorang dari salah satu penduduk dari desa ngembal meminta agar diturunkan hujan kepada sang pencipta melalui perantara berdo'a kepada makam tadi, tak lama sesudah ritual do'a turunlah sebuah hujan yang deras yang dapat menghidupkan dari semua tanaman padi penduduk tersebut.
    Dan ada pula peristiwa yang lain yaitu air yang keluar dari tanah dan tidak bisa habis walaupun digunakan warga setempat stiap hari dalam kegiatan sehari-hari kejadian peristiwa ini disebut dengan “mbelik”. Dulunya mbelik juga digunakan sebagai tempat wudlu mbah kalam dan mbah gimbal.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar